Ekspor Kepri September Capai US$1.028,46

16 Oktober 2020, 07:54 WIB 4194 kali dibaca
Kategori : Pemprov Kepri
Tepung kelapa yang siap diekspor oleh PT Bionesia Organic Foods, 26 September 2020 lalu. Data Badan Pusat Statistik BPS Provinsi Kepri, nilai ekspor Provinsi Kepri pada September 2020 mencapai US$ 1.028,46 juta atau naik sebesar 3,72 persen dibandingkan A

TANJUNGPINANG- Badan Pusat Statistik BPS Provinsi Kepri mengatakan bahwa perkembangan nilai ekspor Provinsi Kepri pada September 2020 mencapai US$ 1.028,46 juta.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik BPS Provinsi Kepri Agus Sudibyo pada realease berita statistik di Tanjungpinang, Kamis (15/10).

"Atau naik sebesar 3,72 persen dibandingkan Agustus 2020," ungkap Agus.

Dikatakan Agus, kenaikan nilai ekspor Provinsi Kepri dikarenakan naiknya ekspor migas pada September 2020.

"Ekspor migas September 2020 sebesar US$222,97 juta atau  naik 28,46 persen  dibanding Agustus 2020," jelas Agus.

Sedangkan lanjut Agus,  nilai Ekspor  nonmigas September 2020 mencapai US$805,49 juta atau turun 1,53 persen dibanding  Agustus 2020. 

"Ekspor nonmigas HS 2 digit terbesar selama Januari-September 2020 adalah golongan barang mesin/peralatan listrik (HS 85) mencapai US$2.779,12 juta  dengan peranan terhadap ekspor nonmigas sebesar 39,39 persen," tegas Agus.

Sementara itu, Selama Januari-September 2020, Singapura menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar hingga mencapai US$2.281,80 juta dengan peranannya sekitar 32,35 persen.    

"Disamping itu juga menjadi negara tujuan ekspor migas terbesar yang mencapai US$1.354,83 juta dengan peranannya sebesar 81,04 persen," tambah Agus.

Nilai ekspor Provinsi Kepulauan Riau Januari - September 2020 terbesar adalah melalui  Pelabuhan Batu Ampar US$4.055,28 juta; diikuti Pelabuhan Sekupang US$1.309,13 juta; Pelabuhan Kabil/Panau US$939,90 juta; PelabuhanTarempa US$787,80juta; dan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun US$683,51 juta. 

"Peranan kelima Pelabuhan tersebut terhadap ekspor Januari September 2020 mencapai 89,11 persen," ujar Agus.

Editor: Sepriyan